• June 14, 2024

Bersama Kementan, Bupati Sumba Timur Pimpin Gerakan Pengendalian Belalang Kembara Serentak

Hama belalang kembara masih menjadi kendala aktivitas masyarakat, baik aktivitas pertanian maupun non pertanian, khususnya di Kabupaten Sumba Timur. Perkembangan populasi belalang kembara yang sangat dinamis dengan berbagai stadia, kantong-kantong populasi yang sulit diakses, serta kondisi iklim yang kondusif diduga menjadi pemicu sulitnya hama ini dikendalikan dalam dua tahun terakhir ini.

Menyikapi hal ini, kemarin (6/2) Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing menggerakkan seluruh elemen masyarakat Sumba Timur dari 22 kecamatan dan lebih dari 200 desa. Bupati memimpin langsung Gerakan Pengendalian (Gerdal) belalang kembara secara serentak yang dipusatkan di Desa Kadumbul Kecamatan Pandawai.

Khristofel pun menyatakan keseriusannya menangani belalang kembara. “Hari ini semua kantor dinas pemerintah dan swasta, sekolah mulai dari paud hingga jenjang tertinggi kami liburkan agar semua elemen masyarakat dapat terlibat dan turun bersama-sama mengendalikan belalang kembara,” ungkap Khristofel kemarin.

Gerdal belalang kembara ini merupakan kerjasama Pemerintah Daerah Sumba Timur, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Selain Bupati, turut turun dalam kegiatan ini Tim Kementan, Akademisi UGM, Kepala Dinas Pertanian Sumba Timur, Dandim 1601/Sumba Timur, Kepala Polres Sumba Timur, Anggota DPRD Sumba Timur, tokoh masyarakat, semua pemuka agama, serta masyarakat Sumba Timur.

Bupati pun melanjutkan kegiatan Gerdal dengan bergerak ke Desa Hamapenji Kecamatan Umalulu. Dari kegiatan Gerdal secara mekanik di 5 kecamatan telah berhasil menangkap 6,3 ton belalang kembara, yang artinya kurang lebih 6,3 juta ekor belalang kembara.

Pada kesempatan ini, Kepala Dinas Pertanian Sumba Timur, Nikolas Pandarangga mengatakan bahwa kegiatan pengendalian belalang kembara ini mengangkat tema Kalau Bukan Kita Siapa Lagi, Kalau Bukan Sekarang Kapan Lagi. “Kegiatan pengendalian belalang kembara ini secara teknis didampingi oleh akademisi UGM, Prof. Y. Andi Trisyono dan akan terus berlanjut hingga tanggal 13 Februari nanti,” ujar Nikolas.

Akademisi UGM, Prof. Y. Andi Trisyono menyampaikan guna memaksimalkan kegiatan yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Sumba Timur, secara khusus kegiatan telah diawali dengan kegiatan pemetaan untuk mengetahui titik-titik populasi belalang kembara saat ini. “Setelah Gerdal, masih akan dilanjutkan dengan kegiatan evaluasi hasil pengendalian sehingga upaya-upaya kita ini dapat berhasil dengan optimal,” tutur Andi.

Dalam kunjungan kerjanya di Sumba Timur, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, M. Takdir Mulyadi menyatakan bahwa belalang kembara yang saat ini berpotensi menyerang pertanaman pangan selalu menjadi perhatian dan Kementan terus melakukan berbagai upaya pengendalian. “Sekarang ini kami juga terus berupaya mengembangkan pengendalian belalang kembara secara ramah lingkungan, termasuk menggunakan agens pengendali hayati (APH) hasil eksplorasi setempat maupun APH yang dikembangkan oleh stakeholder,” imbuh Takdir.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengingatkan kepada seluruh jajarannya agar jangan sampai lengah dan tetap berkreasi mencari solusi yang tepat untuk mengatasi hama ini. “Mari kita bahu membahu bersama stakeholder terkait dan masyarakat sekitar dengan mengoptimalkan sumber daya yang kita miliki demi mengamankan stok pangan, khususnya di Pulau Sumba”, tegas Suwandi.

Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan bahwa Pemerintah siap membantu memberikan upaya terbaik untuk keberhasilan pengembangan usaha pertanian di Nusa Tenggara Timur, khususnya Pulau Sumba.

Read Previous

Masuk Masa Panen Raya di Sentra Produksi Beras Jawa Barat

Read Next

Mentan SYL Pastikan Kebutuhan Beras Untuk DKI Jakarta dan Nasional Aman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *