• May 24, 2024

DPR: Inovasi Biosaka Harus Dimasifkan ke Petani

JAKARTA – Komisi IV DPR RI mengapresiasi langkah Kementerian Pertanian (Kementan) terkait sejumlah kebijakan dan inovasi kepada para petani. Salah satunya ihwal implementasi pupuk organik di lapangan.

Anggota Komisi IV Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Hermanto mengatakan bahwa program seperti penambahan pengolahan pupuk organik sangat bermanfaat dan dirasakan para petani.

“Karena pupuk ini adalah persoalan nasional. Setiap turun ke lapangan, pasti kami ini ditanya soal pupuk,” kata Hermanto dalam Rapat Kerja Komisi IV dengan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo di Senayan, Jakarta, Rabu (30/8).

“Kami mengapresiasi langkah-langkah Kementan seperti ini. Tinggal dimasifkan (sosialisasi penggunaan pupuk organik kepada petani),” lanjut Hermanto.

Selanjutnya Hermanto juga menyinggung ihwal penggunaan Biosaka. Dia berharap Biosaka menjadi cara untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.

“Kami memberikan penghargaan soal implementasi Biosaka ini. Tentu harus dimasifkan (penggunannya), karena petani masih banyak dari petani yang belum aware,” jelas Hermanto.

Sebagai informasi Biosaka adalah inovasi yang telah dikembangkan oleh petani dari bahan baru-terbarukan yang tersedia melimpah di alam. Biosaka sendiri sebetulnya bukan pupuk atau pestisida, tapi elisitor yang mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida hingga 50 sampai 90 persen. Biosaka juga terbukti meminimalisir serangan hama dan menjadikan lahan lebih subur.

Maka dari itu, kata dia, Kementan bersama pihak terkait harus terus berupaya melakukan berbagai penetrasi kebijakan, sehingga penerapan pupuk organik serta inovasi biosaka semakin masif.

“Kedepan bimtek (bimbingan teknis)-bimtek seputar hal ini harus mampu mengubah mindset petani,” pungkasnya. (*)

Read Previous

KESIAPAN KABUPATEN INDRAMAYU MENGHADAPI EL NINO

Read Next

WASPADA WERENG, KEMENTAN SIGAP LAKUKAN PENGENDALIAN DI BANTEN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *