• April 25, 2024

Jaga Pangan, Kementan Optimalkan BPP di Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) merupakan institusi pertanian terdepan di kecamatan. Dalam pelaksanaannya, peran dan fungsi setiap BPP dibagi ke dalam wilayah-wilayah kerja penyuluh pertanian untuk menjaga ketersediaan pangan. Pangan merupakan kebutuhan dasar utama untuk manusia, harus di jamin ketersediannya agar tercukupi baik jumlah, mutu dan kualitasnya.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa pertanian maju, mandiri, dan modern merupakan landasan penting yang mesti dipegang seluruh stakeholder pertanian. Salah satunya keberadaan BPP yang merupakan institusi pertanian terdepan di kecamatan.

Fungsi BPP ada 5 lima poin. Diantaranya BPP sebagai Pusat Data dan Informasi Pertanian, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian, Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agribisnis dan Pusat jejaring Kemitraan.

“Semua untuk melayani kebutuhan pengetahuan dan wawasan dalam pengembangan usaha agribisnis pelaku utama dan pelaku usaha di bidang pertanian”, ujar Mentan Syahrul.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi bahwa BPP dimanfaatkan sebagai Pusat Data dan Informasi bagi masyarakat untuk mengakses informasi tentang potensi wilayah, teknologi pertanian juga informasi pasar.

Kabadan Dedi menambahkan dengan adanya program penguatan BPP ini, dapat mendorong kapasitas penyuluh pertanian, membangun keswadayaan dan kemandirian petani serta pengusaha tani di wilayah kerja BPP. Selain itu juga dapat merubah pola pikir agar dapat menghadapi persaingan di bidang pertanian regional maupun global yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan mutu pelaksanaan kegiatan pembangunan pertanian.

Saat melakukan kunjungan kerja ke BPP Teritip, Kec. Balikpapan Kota, Kota Balikpapan, Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian (Kapusluhtan) Bustanul Arifin Caya mendorong agar BPP dapat mengimplementasikam fungsi dan Peran BPP sebagai Pusat Data dan Informasi, Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian, Pusat Pembelajaran, Pusat Konsultasi Agribisnis dan Pusat Pengembangan Jejaring Kemitraan. Semuanya agar diimplementasikan, sehingga dapat mendukung kegiatan-kegiatan BPP dalam mengawal program pembangunan pertanian, dalam melayani kebutuhan informasi teknologi pertanian dapat maksimal, ujar Bustanul.

Bustanul berpesan kepada BPP Teritip agar penyuluh harus mampu mentransfer teknologi dan mengembangkan kelembagaan petani sampai dengan KEP yang siap ditingkatkan menjadi korporasi.

“Kami dari Pusluhtan melakukan intervensi yang berkenaan dengan transfer teknologi, salah satu toolsnya adalah Sekolah Lapang (SL), dimana dalam pelaksanaannya harus sesuai SOP dalam juknis”, ungkapnya.

Bustanul juga menyampaikan bahwa BPP Teritip juga harus bisa memanfaatkan comparative advantage nya, dimana lokasi BPP berada diwilayah perkotaan dan juga dekat dengan lokasi pembangunan IKN.

Sementara Kabidluh Dinas Pertanian Kota Balikpapan, Darmatarsiyah menyampaikan bahwa telah melakukan kolaborasi dengan Bank Indonesia melalui Gerakan Wanita Mandiri (GWM) dengan memanfaatkan lahan pekarangan dimana kegiatannya adalah penyediaan bibit cabe dan pengadaan hidroponik.

Dalam kunjungan tersebut turut dihadiri oleh Kasie Penyuluhan UPTD BPPSDMP, Kabidluh Dinas Pertanian Kota Balikpapan. (DH/NF)

Read Previous

Champion Cabai : Kami Berkomitmen Penuh Terhadap Kebutuhan Nasional

Read Next

Literasi Pertanian Cerdas menuju Pertanian Maju, Mandiri dan Modern

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *