• June 21, 2024

Kementan Optimistis Stok Bawang Merah dan Cabai Aman Jelang Puasa dan Lebaran

Direktur Jenderal Hortikultura (Dirjen) Kementerian Pertanian (Kementan), Prihasto Setyanto mengatakan optimistis pasokan bawang merah dan cabai jelang puasa dan lebaran 2024 aman terkendali, salah satunya dari Garut, Jawa Barat.

Menurut Hasto, berdasarkan laporan dari tim yang mereka terjunkan langsung ke lokasi, total area penanaman di bulan Desember 2023 dan Januari 2024 di Bayongbong dan sekitarnya lebih dari 1.500 hektare.

“Akibat El Nino yang panjang tahun ini ada sekitar 30 persen diperkirakan hasilnya tidak optimal akibat kekurangan air. Namun secara umum, produksi bawang merah Garut aman mendukung pasokan puasa dan lebaran 2024 nanti,” kata Prihasto.

Sementara untuk cabai, kata Prihasto, produksi akan semakin meningkat hingga puncaknya nanti saat lebaran.

“Luas tanam cabai rawit di Garut dalam setahun mencapai 3.000 hektare lebih. Cabai besar lebih dari 6.000 hektare. Saat ini rata-rata memasuki awal tanam dan persiapan berbuah untuk tanaman eksisting. Pasokan untuk puasa lebaran nanti insya Allah aman,” tegasnya.

Prihasto mengatakan, kawasan produksi bawang merah di daerah dataran tinggi atau pegunungan memang rentan terhadap ancaman kekurangan air karena pengairannya hanya mengandalkan tadah hujan.

“Ketika hujan turun tidak normal dari biasanya banyak tanaman yang sudah ditanam terancam kering. Ini salah satu pembelajaran dari el nino, kita harus lebih memperhatikan dan mengantisipasi kebutuhan air dan penyediaan sumber air,” ujarnya.

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya konkret untuk mendorong ketersediaan air, seperti mengidentifikasi titik-titik yang rawan kekurangan air dan belum terjangkau saluran irigasi teknis atau sumber air permukaan.

“Di situ kita dorong fasilitasi sumur dalam atau dangkal, menggandeng kementerian/lembaga terkait. Akhir tahun ini kami sudah mulai fasilitasi di Banyuresmi,” terangnya.

Selain penyediaan air, lanjut Prihasto, pihaknya juga terus mendorong penyediaan energi listrik masuk ke lahan-lahan budidaya atau dikenal sebagai elektrifikasi pertanian (agroelectrifying).

“Kementan dan PLN sudah ada Nota Kesepahaman. Contoh keberhasilan program juga sudah ada seperti di Bantul, Solok, Enrekang dan Nganjuk. Tinggal diperluas jangkauannya. Listrik ini akan menghemat biaya energi hingga 70 persen. Air dan listrik ini sangat vital dalam proses budidaya hortikultura khususnya cabai dan bawang merah,” ujar Prihasto.

Kepala Bidang Sarana pada Dinas Pertanian Garut, Ardi Firdian membenarkan, produksi bawang merah dan cabai di daerahnya dalam kondisi aman terkendali dan siap mendukung pasokan saat puasa lebaran nanti.

“Betul sempat ada gangguan kekurangan air terutama di kawasan tadah hujan. Tanaman bawang merah yang berumur 20 hari banyak yang terdampak. Sumber air berupa mata air yang ada jaraknya sangat jauh sehingga tidak efektif dan jika dimanfaatkan untuk pengairan akan mengganggu suplai air bersih masyarakat, sehingga perlu alternatif penyediaan air lahan,” ujarnya.

Dia mengatakan terus berkoordinasi dengan Kementan untuk memastikan produksi aman terutama untuk pasokan puasa dan lebaran 2024.

Sebagian informasi, Swiss van Java’, julukan Kabupaten Garut merupakan sentra penghasil bawang merah dan cabai terbesar di Jawa Barat. Garut juga salah satu kabupaten penopan kebutuhan cabai dan bawang nasional.

Sentra utama produksi bawang merah Garut berada di Kecamatan Bayongbong serta daerah penyangga sekitarnya seperti Sukaresmi, Cilawu, Cisurupan dan Sucinaraja. Sementara untuk cabai hampir tersebar di seluruh kecamatan, utamanya di Bungbulang, Caringin, Banyuresmi, Cisurupan.

Read Previous

Sempat Dibayangi Kekurangan Air, Produksi Bawang Merah dan Cabai Jelang Puasa dan Lebaran 2024 Diyakini Aman

Read Next

Dem DPI Bantu Petani Serdang Bedagai Tampik Cekaman Kekeringan Akibat El Nino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *