• July 18, 2024

Kementan Terus bergerak, Lakukan Panen kedelai di Sukoharjo dan Sosialisasi Pupuk Organik Hayati

Sukoharjo, VMNmedia.id – Kementerian Pertanian terus bergerak meskipun masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri tidak henti henti untuk terus mengontrol ketersediaan 12 pangan strategis tetap aman dan juga melakukan kunjungan kerja ke beberapa tempat guna memastikan kegiatan pertanian tetap berjalan agar produksi pertanian terus meningkat. Setelah dari Blitar kemarin dilanjut dengan kunjungan berikutnya ke Desa Selat, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, jum’at (6/5/22) untuk meninjau lokasi pertanaman kedelai.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Suwandi yang selalu dengan semangat memberi motivasi kepada petani mengatakan, pihaknya saat ini tengah menggenjot produksi dalam negeri, langkah tersebut dilakukan untuk mengamankan stok kedelai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. “Di tahun ini Kementan sudah mempersiapkan lahan untuk meningkatkan produksi kedelai di dalam negeri “ jelas Suwandi. Adapun lahan pertanaman kedelai itu tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Diantaranya, Provinsi Sulawesi Selatan, DIY, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Jambi dan Banten

Untuk diketahui luas lahan kacang kedelai di kecamatan Nguter 204 ha, hasil panen melimpah 2,2 ton/ ha. Varietas Grobogan biaya produksi nya hanya 3,8 juta / ha.

Lebih lanjut Suwandi mengharapkan untuk sebisa mungkin memakai cara cara bertani yang ramah lingkungan dengan menggunakan pupuk organik, pupuk hayati, bio pestisida dan pestisida hayati sehingga lahan menjadi subur, lingkungan lestari dan produksi tinggi. Salah satunya adalah pupuk yang di buat dari rumput dan dedaunan yang segar dan sudah terbukti hasilnya pun sangat memuaskan. Tinggi tanaman rata-rata 80cm dan bulir nya pun hingga mencapai ratusan.” Tambah Suwandi. Ini sudah banyak dikembangkan di daerah Blitar.

Ditempat yang sama Direktur Aneka Kacang dan Umbi Ditjen TP Yuris Tiyanto mengatakan “saat ini Kementan telah berkomitmen dengan CV Java Agro Prima (JAP) selaku off taker pengembangan kedelai untuk membeli hasil panen kedelai yang ada di sini, jadi petani kedelai tinggal menaman saja dan jangan khawatir untuk menjual hasil panennya karena kami sudah menjamin itu dengan harga di atas 9000, untuk petani yang membutuhkan modal sekarang sudah ada Kredit Usaha Rakyat (KUR) bunga nya kecil bayarnya setelah panen. Caranya adalah CV. JAP sekaligus mengkoordinir itu untuk memudahkan para petani.” ujarnya

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Bagas Windaryatno mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dirjen TP dan bersyukur,” Hari ini kita bisa menerima kedatangannya, ini menunjukan totalis kami di wilayah meski pun hari libur lebaran, pak Camat, Petani kedelai, Pak Danramil, Pak Kapolsek dan semua jajaran juga hadir di sini, semoga kedatangan pak Dirjen membawa keberkahan untuk kami semua. Mohon masukan dan bimbingannya sehingga kecamatan Nguter yang kondisi nya seperti ini bisa di optimalkan untuk meningkat kan hasil produksi kacang kedelai di sini.” ujarnya

Sementara itu salah satu offtaker yang hadir Sunarso mengungkapkan, “ ini adalah kesempatan yang langka, di bulan seperti ini ada tanaman kacang kedelai yang bagus. Kita siap bekerja sama satu minggu lagi saya akan ke sini lagi untuk bisa berdiskusi bersama, untuk kepastian pasarnya, harganya dan ada bimbingannya. MOU nya jelas dan kita akan tanda tangan pada tanam berikutnya, sehingga para petani itu menanam sudah dalam ketenangan karena sudah ada yang bimbing dan sudah ada yang beli.” terang Sunarso
[4:52 pm, 02/06/2022] dilla: Rilis Kementan, 8 Mei 2022
Nomor : 261/R-Kementan/05/2022

Libur Tetap Produktif, Panen Padi dan Tanam Kedelai di Kulon Progo

Kulonprogo – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memantau dan mengontrol ketersediaan 12 bahan pangan strategis sebelum dan sesudah hari raya agar tetap aman. Salah satunya adalah dengan melakukan kegiatan panen padi dan gerakan tanam kacang kedelai di Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah.

” Saya sangat senang sekali dengan Kulon Progo ini, hasil panen padinya tiap tahun sudah suplus, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, setiap daerah harus selalu berinovasi, melakukan terobosan-terobosan baru “ ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi saat melakukan kegiatan panen padi dan gerakan tanam kacang kedelai di Desa Bonoroso, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Kulon Progo, Jawa Tengah, Jum’at (6/5)

Setiap tahunnya Kulon Progo mengalami surplus 30 sampai dengan 34 ribu ton sehingga menjadi penyumbang ke berbagai daerah yang kekurang stok beras. Untuk program unggulan IP 400 dari Kementan sudah di lakukan di daerah Samigaluh dengan kebutuhan air yang terjamin sepanjang tahun, dengan target 50 ha tahun ini.

Dalam kunjungannya Suwandi mengungkapkan bahwa petani di Kulon Progo melakukan penanaman kacang kedelai menggunakan teknik tumpang sisip di lahan sawah, setelah panen padi ke 2 pada saat musim panas, karena pada saat penanaman kedelai lahannya banyak air sehingga berpotensi tidak akan tumbuh dan gagal.

“ Setiap daerah memang berbeda-beda cara untuk menanam kedelai, yang terpenting sekarang selalu tanam kedelai karena pasarnya sudah terjamin kita sudah kerja sama dengan off taker dengan harga di atas 9 ribu / kilo nya, “ tambah Suwandi.

Sutedjo Bupati Kulon Progo yang turut hadir mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan inovasi seperti menggunakan cara bertani yang ramah lingkungan dengan memakai pupuk organik, pupuk hayati, bio pestisida dan pestisida hayati sehingga lahan menjadi subur, lingkungan lestari dan produksi tinggi.

“ Karena menggunakan pupuk yang terbuat dari rumput dan dedaunan segar maka hasil yang didapat juga sangat memuaskan , murah, bisa dibuat kapan saja, serta menghemat biaya produksi hingga 3 sampai 4 juta dan sudah terbukti di Blitar, “ ujar Sutedjo

“ Dengan begini petani jadi tidak perlu khawatir akan harga beras yang naik turun, toh dengan pupuk hayati ini bisa di buat sendiri cuma dari air, rumput, daun yang masih segar jadi, “ tambah Sutedjo

Sutedjo juga mengungkapka bahwa para petani di Kulon Progo selalu berinovasi, kreatif melakukan terobosan baru yang di bina oleh pemerintah daerah, dinas provinsi, dinas kabupaten, Balai penyuluh pertanian (BPP), POPT dan penyuluh semua berkolaborasi dengan baik dan mendukung swasembada di masa yang akan datang.

Kegiatan panen padi dan gerakan tanam kacang kedelai juga turut di hadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi DIY, Sugeng Purwanto dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kulon Progo, Aris Nugroho.

Read Previous

Cara Mengonsumsi Singkong Agar Gizinya Tak Hilang

Read Next

Libur Tetap Produktif, Panen Padi dan Tanam Kedelai di Kulon Progo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *