• June 14, 2024

Masuk Masa Panen Raya di Sentra Produksi Beras Jawa Barat

Beberapa daerah sentra produksi padi sekitar Jabotabek dalam beberapa hari terakhir ini masuk masa panen raya padi. Daerah jawa Barat sebagai penyangga pangan Ibukota DKI Jakarta dan penyuplai pasokan beras nasional yang mulai panen yakni Karawang, Bekasi dan Kabupaten Bogor.

Mentan SYL melakukan panen dan mengecek kesiapan penggilangan dan penyaluran beras di tiga daerah sentra tersebut. Langkah ini dimaksudkan untuk mengawal dan memastikan masuknya musim panen raya padi awal 2023 mendapatkan produksi melimpah sehingga stok beras nasional dalam posisi yang kuat.

“Panen pada Februari ini di Kabupaten Bogor seluas 11.930 ha dengan produktivitas 7,6 ton per hektar, produksinya 90.668 ton gabah kering giling, setara 54 ribu ton beras dan Maret 2023 diperkiraan 9.070 ha yang menghasilkan 27.617 ton beras. Dan Kabupaten Karawang memiliki luasan panen 16.034 hektar, sementara luas panen Kabupaten Bekasi naik tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” demikian dikatakan Mentan SYL usai panen raya padi di Cileungsi Bogor, Senin (6/2/2023).

“Di saat dunia menghadapi krisis pangan dan banyak dunia yang khawatir, dari tiga daerah sentra produksi ini memberikan kabar bahwa sektor pertanian tetap berprodukai meski adanya krisis. Panen ini adalah pesan bahwa pasokan beras melimpah karena panen dimana-mana, sehingga jangan lagi impor,” sambung SYL.

Ia menyebutkan seluruh wilayah Indonesia pada bulan Februari melangsungkan panen dan puncak panennya pada Maret 2023. Berdasarkan data KSA BPS, prognosa panen padi Februari 2023 seluas 1,0 juta hektar dan Maret seluas 1,9 juta hektar.

“Data yang diperoleh BPS merupakan data resmi negera yang tidak bisa diragukan lagi karena sudah menggunakan metode KSA. Dari Kementan sendiri, pengolahan data menggunakan 3 metode, yaitu metode standing crop, laporan daerah dan tinjauan di lapangan,” jelasnya.

“Jadi jangan meragukan data BPS. karena datanya sudah melalui proses panjang. Termasuk data KSA, kemudian kami menggunakan 3 metode, standing crop, artifisial intelegen, laporan daerah dan datang langsung ke lapangan. Hasilnya sama, beras kita cukup,” pinta SYL.

Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan Kabupaten Karawang merupakan daerah terluas area panen raya di seluruh Indonesia setelah Kabupaten Indramayu. Karawang juga merupakan daerah terbesar lumbung pangan nomor dua yang memiliki produktivitas di atas 6 ton per ha.

“Kami menyampaikan terimakasih atas perhatian Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terhadap kondisi pangan di Karawang. Kami menjamin, keberlanjutan padi karawang akan terus dipertahankan untuk menjaga dan mendukung lumbung pangan nasional. Bahkan kami terus mempertahankan 10 wilayah lumbung pangan Karawang yang memiliki produktivitas 7 ton per hektar,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Bogor, Tatang Mulyadi mengatakan produksi padi di Kabupaten di awal tahun 2023 ini diperkirakan mengalami peningkatan, dimana luas panen pada Februari 2023 ini diperkirakan seluas 11.930 hektar dengan produktivitas 7,6 ton per hektar. Hal ini karena adanya kegiatan budidaya petani tetap berlangsung meskipun di tengah kondisi yang tidak baik.

“Kemudian, pertanian di Kabupaten didukung oleh kearifan lokal yaitu menanam padi Cakrabuana dengan indeka pertanaman 400 atau tanam dan panen 4 kali setahun yang produktivitasnya 7,6 ton per hektar. Dengan demikian, pasokan beras di Kabupaten Bogor pada panen raya ini melimpah,” ungkapnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS Kabupaten Bekasi), Nevi Hendri menyebut luas panen padi di Bekasi mengalami peningkatan sebesar 3 persen dari luas panen tahun sebelumnya. Peningkatan ini terjadi sejak 2021 yang dihitung berdasarkan metode Krangka Sempel Area (KSA). Adapun luas baku lahan yang ada saat ini mencapai 47.000 hektar.

“Produksi padi dan beras dihitung hingga level kabupaten dan kota. Termasuk hitungan di Kabupaten Bekasi. Dimana sejak 2021 luas panennya meningkat 3 persen,” ujar Nevi saat mendampingi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam kegiatan panen raya di Kabupaten Bekasi, Minggu, 5 Januari 2023.

Dengan demikian, kata Nevi, produksi yang ada saat ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Bekasi atau dalam kategori cukup. Hanya saja, dia melihat masih harus dilakukan upaya maksimal pada sisi distribusi dari satu tempat ke tempat lainya.

“Produksi padi di Kabupaten Bekasi masuk pada posisi 5 besar di Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa potensi padi atau gabah di Kabupaten Bekasi sangat luar biasa karena menjadi penyangga pangan di Jawa Barat dan Jakarta,” tandasnya.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA Kabupaten Bekasi), Mulyana memastikan bahwa kebutuhan dan pasokan beras di wilayahnya dalam kondisi aman dan melimpah. Bahkan tak menutup kemungkinan, beras dari Bekasi juga mampu menyangga kebutuhan beras di Jawa Barat dan Ibu Kota Jakarta.

“Alhamdulillah panen musim ini hasilnya sangat memuaskan. Padahal secara jadwal tanam disini sedikit maju. Dalam kesempatan ini, saya juga menyampaikan kualitas padinya sangat bagus dan lembut sesuai apa yang diharapkan oleh petani,” ujarnya.

Menurut Mulyana, produktivitas padi di Kabupaten Bekasi cukup bagus karena setiap kali tanam mampu menghasikan 6 sampai 7 ton per hektar. Hal ini terjadi karena pemerintah terus memberikan bantuan dan pendampingan.

“Salah satunya bantuan Alsintan dan Kredit Usaha Rakyat. Saya kira sangat membantu sekali karena bisa meningkatkan produksi,” ucapnya.

Read Previous

Masuk Musim Panen Padi, Mentan SYL Cek Kesiapan Penggilingan di Kabupaten Bogor

Read Next

Bersama Kementan, Bupati Sumba Timur Pimpin Gerakan Pengendalian Belalang Kembara Serentak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *