• February 29, 2024

Menteri Pertanian Yakini Champion Cabai dan Bawang Merah Menyokong Stabilitas Inflasi

Foto : Humas Ditjen Hortikultura

Surabaya – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memimpin secara resmi deklarasi dan pengukuhan 11 champion cabai dan 17 bawang merah. Pengukuhan ini sebagai upaya nyata menjaga pasokan dan pengendalian inflasi komoditas hortikultura yang kerap terjadi. Deklarasi ini berisi kesepakatan penyediaan stok sebesar 2.750 ton untuk aneka cabai dan bawang merah sebesar 5.750 ton.

“Mempertahankan negara tidak hanya dengan kekuatan politik. Apa yang kalian perbuat kepada negeri ini adalah hebat. Inflasi stabil karena ada kalian para champion. Itu adalah wujud bela negara dan kalian deklarasikan. Saya sangat bangga dan ijinkan saya untuk menunjukkan hal ini kepada Presiden,” ujarnya Rabu, (2/11).

Jika kita kompak, kata SYL, maka ekonomi negara akan kuat. “Salah satu buktinya, tiga tahun ini negara kita tidak impor beras. Sudah ada 14 negara tumbang dan Indonesia tetap kuat karena ada kalian, para petani. Jika dibilang pangan di negeri ini terancam, mana buktinya? Saya sangat terhormat dengan terselenggaranya kegiatan ini,” lanjutnya.

Dirinya juga berharap pengembangan cabai dan bawang dikembangkan hingga usaha olahan. Selain itu, mendorong fasilitasi perbankan untuk percepatan perekonomian petani. Penumbuhan champion juga diarahkan pada penyediaan offtaker-nya.

“Semoga langkah kita sampai tembus ke langit. Jika cabai tidak dibeli di saat harga rendah, kenapa tidak jadikan dalam kemasan cabai botol. Jika bawang basah tidak dibeli kenapa tidak diolah menjadi bawang goreng,” jelasnya.

Lebih lanjut SYL berharap antar wilayah dapat saling mendukung ketersediaanya. Perluasan kawasan tetap menjadi prioritas Kementerian Pertanian.

“Perluas tanaman kita. Tumbuhkan champion dengan turut menyediakan off taker. Demikian halnya dengan bantuan perbankan,” imbuhnya.

Sebagai informasi, ke sebelas champion cabai ini tersebar di 10 kabupaten sentra terdiri dari Cianjur, Garut, Sumedang, Banjarnegara, Kebumen, Magelang, Temanggung, Kulonprogo, Malang dan Lombok Timur. Sementara ke 17 champion bawang merah tersebar di 14 kabupaten terdiri dari Majalengka, Garut, Bandung, Cirebon, Brebes, Temanggung, Pati, Grobogan, Kendal, Demak, Probolinggo, Nganjuk, Enrekang dan Solok.

Turut menemani, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Tommy Nugraha mengatakan, tahun 2022 Kementerian Pertanian memulai penanaman aneka cabai seluas 600 ha di wilayah champion dan dilanjuktan pada 2023 seluas 1.250 ha. Sementara bawang merah baru akan dimulai pada 2023 seluas 4.792 ha.

“Kegiatan pengamanan produksi secara extraordinary dilakukan meliputi pengembangan kawasan cabai seluas 5.500 ha, bawang merah 5.982 ha, penyediaan benih cabai seluas 1000 ha, seedling cabai dan bawang merah sejumlah 10 juta bibit, pengawasan gerdal OPT dan fasilitasi bangsal pasca panen,” pungkasnya.

Read Previous

Komoditas Hortikultura Andil Mengerem Inflasi di Indonesia

Read Next

Leslar Entertainment Bubar, Rizky Billar-Lesti Kejora Diisukan Bangkrut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *