• June 20, 2024

Pembangunan Pabrik Katalis Merah Putih Mulai Berproduksi, Investasi Rp 286 Triliun

Presiden RI Joko Widodo meresmikan pabrik produksi katalis merah putih pertama yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (NSP). Momen tersebut terjadi pada Forum Infrastruktur PSN Sewindu dan Pameran Edukasi Hiburan di Pusat Perbelanjaan Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (13/9/2023).

Pabrik Katalis Merah Putih berlokasi di Kawasan Industri Kujang Cikampek, Jawa Barat. Pabrik ini mempunyai kapasitas produksi 800 ton/tahun di atas lahan seluas 2 hektar. Pembangunannya memakan waktu 13 bulan dan membutuhkan investasi hingga Rp 286 triliun.

Meski PSN ini belum diresmikan, namun diharapkan dapat menjadi katalisator produksi bahan bakar ramah lingkungan, berkontribusi terhadap pengembangan energi baru terbarukan (EBT) dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Pabrik pembuatan katalis ini merupakan program Pupuk Indonesia untuk mengekspor produk hilir dan mendukung kemajuan industri kimia dalam negeri dalam mengurangi ketergantungan terhadap katalis impor.

Ketua Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi mengatakan program hilirisasi ini sejalan dengan arahan Jokowi untuk memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Pupuk Indonesia akan terus berinovasi mengembangkan chemical business, karena masih banyak bahan baku kimia yang masih harus impor, termasuk produk katalis ini, padahal Pupuk Indonesia memiliki kemampuan untuk memproduksinya,” tutur Rahmad.

Pabrik katalitik Merah Putih ini dibangun bekerja sama dengan BUMN, perguruan tinggi, dan pemerintah. Operator pabrik tersebut adalah PT Katalis Sinergi Indonesia (KSI), perusahaan patungan antara PT Pertamina Lubricants (38%), PT Pupuk Kujang (37%) dan PT Rekacipta Inovasi Institut Teknologi Bandung (25 persen).

“Pada tahap awal, katalis ini akan digunakan untuk sektor energi, offtaker-nya Pertamina. Namun untuk tahap selanjutnya kita akan masuk ke sektor petrokimia yang merupakan bagian dari industri pupuk,” tambah Rahmad.

Katalis berfungsi untuk mempercepat reaksi kimia dalam berbagai bentuk dan ukuran tanpa memerlukan suhu tinggi. Dengan cara ini, katalis dapat menghemat energi dan mengurangi biaya produksi.

“Selain itu, katalis juga bisa dimanfaatkan untuk mempercepat reaksi kimia dalam produksi Amonia dan Asam Sulfat, di mana keduanya merupakan bahan baku produksi pupuk,” pungkasnya.

Read Previous

DKI Jakarta Bakal Diubah Menjadi DKJ

Read Next

Chris LaRocca Sudah Mengumumkan Jadwal Rilis Album Perdananya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *