• June 20, 2024

Percepat Resonansi Regenerasi Petani, Kementan Bangun Lokal Champions

JAKARTA -Salah satu peternakan domba dan kambing di Desa Sukaresmi, Kabupaten Bogor adalah Sumber Rachmat Rizky Farm (SRR Farm). SRR Farm merupakan salah satu peternakan khusus untuk pengembangbiakan, penggemukan dan penjualan domba dan kambing. Selain itu SRR Farm juga melayani kebutuhan pembelian hewan kurban kambing, domba dan sapi.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengajak para peternak domba khususnya Kabupaten Bogor, Jawa Barat untuk memenuhi kebutuhan daging nasional secara merata di seluruh Indonesia.

“Saya kira pertanian itu sesuatu yang menjanjikan. Termasuk juga nutrisi yang berasal dari hewan ternak. Karena itu kita pakai domba untuk memenuhi kekurangan daging. Ini sangat penting kalau kita mau lihat bangsa ini lebih baik,” ujar Mentan Syahrul.

Mentan Syahtul mengatakan, saat ini Indonesia adalah negera yang memiliki peluang besar dalam memenuhi kebutuhan daging kambing dan domba secara nasional maupun ekspor. Apalagi, Indonesia juga memiliki lokasi yang cocok dalam mengembangkan hewan ternak di tiap daerah.

Sementara pada acara Ngobrol Asyik Penyuluhan On The Spot (Ngobras OTS) Volume 33 dilaksanakan di SRR Farm, Selasa (22/08/2023), Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa SRR Farm sukses membangun agribisnis bidang peternakan, untuk bisnis yang terpenting dilaksanakan jangan hanya dipikirkan.

“Kata kuncinya adalah melangkah sambil berjalan baru dipikirkan bibitnya. Selanjutnya adalah pakan yang berkualitas, memelihara kesehatan hewan ternak dengan sanitasi kandang, lingkungan sekitar dan juga membangun jaringan bisnis yang luas dan baik”, jelas Kabadan Dedi.

Kabadan menuturkan jika SRR Farm dapat dijadikan model percontohan bagi petani milenial lainnya. Local champion harus meresonansi petani agar terpengaruh untuk terjun ke agribisnis pertanian dengan melihat, mendengar, menirunya dan itu merupakan urutan dari penyuluhan pertanian.

“Kita membangun konsep petani Milenial sebagai Champions di wilayah masing-masing. Konsep itulah tujuan yang Utama dari BPPSDMP membangun petani Milenial menjadi lokal Champions, menjadi raja dan contoh untuk para peternak di seluruh Indonesia”, jelas Kabadan lagi.

Narasumber Ngobras OTS, Rizky Bayu Pradana menceritakan awal mula terjun ke dunia peternakan yang mulai berternak sejak tahun 2018. Sebelum menjadi peternak Rizky Bayu adalah seorang karyawan di daerah perbankan DKI Jakarta yang telaj bekerja selama 10 tahun.

“Saya melihat kebutuhan untuk daging domba perhari bisa mencapai 1.000 ekor. Sedangkan kaum muda sangat minim yang terjun langsung sebagai peternak.

Setelah kurang lebih 3 tahun menjalani usaha sebagai peternak, saya memiliki 1.500 ekor domba dan 14 ekor sapi, ungkap Rizky Bayu.

Rizky Bayu menjelaskan SRR Farm menggunakan pakan 70% dari hijauan, kita juga memanfaatkan limbah pertanian seperti tebu dan jagung.

Untuk kebutuhan domba kambing di daerah Jabodetabek masih sangat kurang, tetapi potensinya masih sangat besar.

Pesan saya untuk teman-teman semua, bahwa hapus pemikiran kalau modal itu hanyalah uang, pemikirannya diganti dengan diri sendiri, relasi, dan peran serta pemerintah, tegas Rizky Bayu.

Menurut narasumber lainnya yang merupakan Koordinator BPP Jonggol, Jajang mengatakan bahwa penyuluh selalu mendampingi para petani milenial untuk belajar bisnis melalui pelatihan Bimtek petani.

Kita gerakkan petani Milenial untuk sebagai seorang pembisnis untuk pertanian, kita bisa mengadakan pelatihan dan sharing untuk semua petani milenial. Sehingga mereka dapat menurunkan ilmu yang sudah didapat untuk berbagi kepada para petani milenial untuk dapat mencontoh bisnis yang sudah di jalankan”, urai Jajang.

Jajang mengatakan bahwa di wilayah BPP Jonggol ada 53 petani milenial yang kegiatan Bimteknya bisa dijadikan contoh dan ditiru oleh petani milenial lainnya.

SRR Farm dengan kesuksesnya dapat dicontoh sebagai peternak muda yang berhasil. Para penyuluh disini akan mengiring para petani muda untuk memulai bisnis baik dibidang pertanian maupun peternakan, pungkasnya. (HV/NF)

Read Previous

Erick Thohir Bakal Merger Garuda Indonesia, Citilink dan Pelita Air

Read Next

Hadiri Pembukaan AEW Markaz Komobid Serang, Kementan: Harapan Baru Pertanian Banten

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *