• May 24, 2024

Petani Bawang Merah Sampang Amankan Pasokan Bawang Merah Jelang Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo bersama jajarannya berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pangan, terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) khususnya Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah. Guna memastikan, dilakukan sejumlah pemantauan ke beberapa lokasi sentra, salah satunya Kabupaten Sampang.

Sejak awal tahun, Kabupaten Sampang telah mempersiapkan 4000 hektare untuk produksi bawang merah. Areal ini dikelola petani dari periode Februari hingga Juni 2023. Hal ini dilakukan guna memenuhi permintaan pasar menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Berdasarkan angka statistik pertanian (BPS), produksi bawang merah Kabupaten Sampang pada 2022 sebesar 39.694,2 ton dari areal tanam seluas 4.420 hektare. Produksi Kabupaten Sampang menempati peringkat ke empat tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Rata-rata produktivitas bawang merah mencapai 9 ton/hektare menggunakan varietas lokal Bima Brebes yang banyak digemari petani dan masyarakat. Selain itu varietas ini disukai sebagai konsumen karena mutu yang bagus. Harga jualnya pun menguntungkan bagi petani.

Kecamatan Sokobanah merupakan salah satu sentra produksi terbaik di Kabupaten Sampang. Berdasarkan penuturan petani, hasil panen di Desa Sokobanah Tengah terus mengalami peningkatan.

“Pada saat panen 27 Februari 2023, hasil panen saya mencapai 10 ton. Disusul pada 28 Februari 2023 mencapai 20 ton dan seterusnya panen akan terus berlanjut hingga Mei 2023,” ujar Kabul.

Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang, Nurdin mengatakan produksi bawang merah di Kabupaten Sampang pada akhir Maret 2023 diprediksi dapat menembus hasil kurang lebih 36 ribu ton dari 4 ribu hektare areal lahan bawang merah yang diusahakan petani.

“Hasil panen para petani ini biasanya dijual di pasar-pasar besar di Surabaya. Selain itu juga untuk memenuhi kebutuhan kota besar lainnya seperti untuk Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta dan untuk memenuhi pasar di Kalimantan dan Papua,” terang Nurdin, Selasa (14/3).

Hal yang perlu diwaspadai pada pertanaman saat ini adalah kondisi cuaca yang tidak menentu serta antisipasi serangan hama penyakit berupa serangan jamur Fusarium. Dalam hal ini Petugas POPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang siap membantu dan mengawal petani kapanpun.

“Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang siap mengawal produksi bawang merah di Kabupaten Sampang. Seluruh jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan baik Penyuluh Pertanaian Lapangan maupun POPT akan terus mengawal kegiatan pertanaman petani agar dapat menghasilkan produksi bawang merah yang optimal dan bermutu tinggi, dengan menerapkan budidaya sesuai dengan GAP dan SOP,” pungkas Petugas POPT Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sampang.

Untuk meningkatkan produksi bawang merah di Kabupaten Sampang, Direktorat Jenderal Hortikultura sendiri memberikan bantuan benih dan sarana produksi seluas 20 hektare untuk 4 kelompok tani di Kecamatan Sokobanah tepatnya di Desa Sokobanah Laok dan Desa Sokobanah Tengah untuk tahun 2023.

Read Previous

Kementan Gencarkan Genta Organik Lewat Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Vol.5

Read Next

Terbukti Tingkatkan Produktivitas, Kementan Masifkan Penggunaan Pupuk Kompos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *