• June 14, 2024

PETANI KAKI GUNUNG KELIMUTU ENDE SIAP LAKSANAKAN PROGRAM HDDAP

Kabupaten Ende yang dikenal dengan objek wisata Danau Kelimutu merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi NTT yang mendapat alokasi bantuan pengembangan hortikultura di lahan kering atau HDDAP. Potensi lahan kering yang dapat dimanfaatkan di kabupaten ini memang cukup besar.

Komoditas yang akan dikembangkan di Kabupaten Ende adalah jahe dan alpukat yang tersebar di 4 (empat) kecamatan yaitu Wolojita, Ndona Timur, Ndona, dan Lepembusu Kelisoke.

Direktur Perlindungan Hortikulura sekaligus Project Manager HDDAP, Jekvy Hendra menyatakan bahwa guna memantapkan rencana dan memastikan kembali kesiapan pelaksanaan kegiatan terutama di tahun 2024 dan 2025, Tim HDDAP dari Direktorat Jenderal Hortikultura telah diturunkan ke lapangan, termasuk ke Kabupaten Ende.

“Tim HDDAP dari Ditjen Hortikultura bersama Dinas Pertanian Kabulaten Ende, penyuluh dan calon petani penerima manfaat akan melakukan sosialisasi dan konsolidasi terutama terkait kesiapan calon lahan dan komoditas yang akan dikembangkan,” ujar Jekvy.

Jekvy menambahkan, berdasarkan hasil kunjungan lapang diketahui bahwa calon lokasi di Ende umumnya belum memiliki jalan usaha tani untuk akses ke lahannya. Infrastruktur pengairan juga menjadi salah satu hal yang sangat diperlukan untuk pengembangan hortikultura di lahan kering ini.

“Di beberapa lokasi terdapat mata air yang bisa dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan tanaman di lahan namun terkendala lokasi yang cukup jauh dan keberadaannya di bawah lahan. Pompa, pipanisasi dan embung/bak penampung air menjadi harapan petani untuk tersedianya air di lahan,” terangnya.

Lahan yang digunakan untuk pengembangan komoditas jahe dan alpukat pada kegiatan HDDAP di Ende ini adalah lahan adat/ulayat yang sudah dibagi dan dimanfaatakan secara turun temurun serta tidak boleh diperjualbelikan. Hamparan yang terletak di kaki gunung Kelimutu menjadi salah satu lokasi untuk pengembangan jahe dan alpukat kegiatan HDDAP di Kabupaten Ende. Pada tahun 2024, di lokasi ini direncanakan akan dikembangkan jahe seluas 10 hektar.

“Kami petani di Wolojita menyatakan siap melaksanakan HDDAP ini. Setelah menunggu beberapa tahun, kami berhadap program ini bisa segera direalisasikan. Besar harapan petani-petani di sini untuk mendapatkan bantuan, terutama berupa jalan usaha tani agar mempermudah kami dalam berusaha tani,” tegas Raymundus, Ketua Kelompok Tani Pemuda Bangkit di Desa Wiwipemo, Wolojita, Ende.

Read Previous

KEMENTAN BANGUN KETAHANAN PANGAN MELALUI PEMBERDAYAAN LAHAN KERING

Read Next

Kementan Tegaskan Komitmen: Produksi Cabai dan Bawang Merah Sehat untuk Konsumsi Nasional dan Internasional

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *