• July 14, 2024

Kediri Amankan produksi Bawang Merah dan Cabe Merah Jelang Ramadhan dan Idul Fitri

Salah satu upaya Kementerian Pertanian dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan pangan adalah melalui monitoring ke sentra-sentra produksi komoditas. Pemantauan langsung ini dilakukan guna memastikan ketersediaan produksi bawang merah dan cabe merah, salah satunya Kediri.

Kabupaten Kediri merupakan salah satu daerah sentra produksi bawang merah dan cabe merah di Propinsi Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri, penanaman cabe pada Januari 2023 seluas 312 ha dan Februari seluas 96 ha. Sementara untuk bawang merah, luas tanam pada Januari 96 ha dan Februari 75 ha.

“Produksi tersebut sangat mencukupi di bulan Ramadhan dan Idul Fitri ke depan. Pada Maret, perkiraan produksi cabai mencapai 2.865 ton dan disusul April sebesar 3.083 ton. Sementara untuk bawang merah, pada Maret produksi diperkirakan sebesar 479 ton dan April 375 ton,” ujar Kadis Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Kediri Anang Widodo, Selasa (28/2).

Desa Sekoto, Kecamatan Badas, lanjut Anang, adalah salah satu sentra bawang merah yang memiliki potensi lahan mencapai 60-70 hektare. Didukung oleh sumber daya lahan dan petani yang baik, menjadikan desa ini sebagai pemasok bagi Kabupaten Kediri.

“Untuk cabe merah, stok persiapan Ramadhan dan Idul fitri sangat cukup dan memadai karena ditopang oleh dua kecamatan, yakni Puncu dan Kepung. Di sini, baik wilayah dataran rendah maupun dataran tinggi saling menopang produksi dan distribusinya,” terang Anang.

Penyuluh Pertanian Kecamatan Puncu, Tohir mengatakan bahwa untuk penanaman di daerahnya tidak serentak tetapi tetap ada penanaman. “Mayoritas di daerah Puncu adalah tegal/lahan Perhutani yang 70% sudah tanam semua. Sehingga pada Maret dan April masih banyak produksinya. Cukup untuk Ramadhan dan Idul Fitri.”

Ketua Kelompok Tani Sepulur Sejahtera, Sumaji menyampaikan bahwa komoditas bawang merah masih terus ada penanaman pada bulan Januari dan Februari. “Walaupun kondisi saat ini hujan yang menyebabkan jamur pada tanaman, namun masih dapat dikendalikan dan dapat berproduksi. Stok aman sampai Maret dan April 2023.”

Read Previous

Gembili, Pangan Alternatif Indonesia Di Masa Depan

Read Next

Dukung Program CSA Kementan, Petani Nagekeo Optimis Tingkatkan Produksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *