• June 21, 2024

Program Pompanisasi Kementan Di Kabupaten Grobogan Mampu Percepat Masa Tanam

Program pompanisasi yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan) terus dilakukan. Salah satunya di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap, program pompanisasi ini adalah upaya Kementan untuk meningkatkan dan mempercepat panen pertanian.

“Kalau ini kita bisa angkat IP-nya, itu kalau dua kali saja kita angkat produksi pertanian bisa sampai 5 ton, berarti itu 1 juta tambahan, bisa dari Jawa Tengah. Tambahan kalau kita tanami 2 kali-an, 300 ribu itu. Ini potensinya dan kami siapkan pompa,” ungkap Mentan Amran, Kamis 21 Maret 2024.

Di Kabupaten Grobogan, Mentan Amran mengatakan bahwa Kementan telah menyalurkan ribuan pompa untuk membantu para petani dalam mendapatkan hasil pertanian yang maksimal.

“Pompa yang kami kirim pertama adalah 5 .000 pompa ke sini (Jawa Tengah), dan inilah solusi cepat untuk menangani pangan. Karena kalau kita ingin bangun sawah, itu butuh waktu, tapi kalau pompa, sawah yang sudah ada, itu bisa langsung kita tanami,” katanya.

Mentan Amran juga menjelaskan alasan Kementan fokus pengembangan pompanisasi di wilayah Jawa. Salah satu hal utamanya adalah jarak yang dekat.

“Secara nasional ini kami laksanakan, (tapi) kenapa kami fokus ke Jawa karena rentangnya dekat, karena 70 persen produksi kita di Jawa, jadi kami langsung sentuh jawa dulu, kemudian luar Jawa juga kami target,” jelasnya.

Bupati Grobogan, Sri Sumarni mengapresiasi langkah-langkah Kementan untuk sektor pertanian di Indonesia termasuk di Kabupaten Grobogan.

Salah satunya, kata dia, adalah kebijakan memangkas birokrasi pembelian pupuk oleh petani yang sebelumnya banyak pintu dan tahapan yang harus dilakukan.

“Tapi sekarang tidak lagi berbelit-belit. Membeli pupuk sudah sangat terbantu oleh kartu tani, bisa juga pakai KTP. Alhamdulillah. Terima kasih Pak Mentan,” kata Sri Sumarni.

Sementara, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi menyebutkan, program pompanisasi membantu para petani untuk mempercepat masa tanam di sawah.

“Hari ini kita pompa, hari ini kita bisa mulai mengolah dan mungkin 1, 2, 3 hari bisa tanam. Jadi solusi cepat untuk pangan, mengangkat produksi adalah pompanisasi,” jelas Suwandi.

Dengan bantuan pompa tersebut, Kementan meyakini mampu mengangkat air dengan maksimal dan mengairinya ke sawah.

“Sehingga gerakan percepatan tanam yang sedang kita lakukan juga bisa berjalan maksimal,” jelasnya.

Suwandi pun menegaskan bahwa upaya-upaya yang dilakukan Kementan tersebut tak lepas dari cita-cita ingin menjadikan lumbung pangan yang kuat.

Read Previous

Mentan Amran dan Jajaran Kodam Diponegoro Percepat Pompanisasi di Jawa Tengah

Read Next

Kementan dan Komisi IV DPR RI Tingkatkan SDM Petani Indramayu melalui Bimbingan Teknis Tanaman Pangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *