• February 25, 2026

Kementan Guyur 11 Ton Cabai ke PIKJ, Harga Cabai Rawit Merah Turun di Hari Ke-6 Ramadan


Depok — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga komoditas hortikultura pada hari ke-6 Ramadan 1447 H relatif stabil. Satu-satunya komoditas yang sempat mengalami lonjakan adalah cabai rawit merah akibat faktor cuaca dan peningkatan permintaan musiman.
Sesuai instruksi Menteri Pertanian dan hasil koordinasi bersama Satgas Pangan Bareskrim Polri, harga cabai rawit merah di PIKJ tidak diperkenankan dijual di atas Rp55.000 per kilogram, sehingga harga di tingkat konsumen ditargetkan berada pada kisaran Rp65.000 per kilogram.

Berdasarkan pantauan di Pasar Citayam, Depok, harga cabai merah besar, cabai keriting hijau, dan cabai keriting merah berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit merah yang sebelumnya sempat menyentuh Rp120.000 per kilogram kini berangsur turun menjadi Rp95.000 per kilogram pasca intervensi pasokan. Harga diproyeksikan kembali normal pada kisaran Rp65.000 per kilogram dalam satu hingga dua hari ke depan seiring tambahan distribusi yang terus dilakukan.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufiq Ratule, menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi serta momentum tradisi ziarah kubur (nyekar) menjelang Ramadan yang menyebabkan aktivitas panen tertunda.

“Kenaikan terjadi karena curah hujan tinggi dan bertepatan dengan tradisi nyekar sehingga pemetikan cabai di beberapa sentra produksi sempat tertunda. Namun, setelah kami lakukan penguatan pasokan ke PIKJ sebanyak 11 ton secara bertahap, harga mulai terkendali,” ujar Taufiq, Senin (24/2/2026).

Taufiq menegaskan, Kementan bersama para champion cabai akan terus mengoptimalkan distribusi dari berbagai sentra produksi guna menjaga stabilitas pasokan dan harga selama Ramadan.

“Kami berkolaborasi dengan para champion cabai untuk memastikan distribusi berjalan lancar. Pasokan akan terus kami tambah sesuai kebutuhan pasar agar harga tetap wajar di tingkat konsumen,” tegasnya.

Di lokasi terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Muh. Agung Sunusi, menyampaikan bahwa pasokan cabai rawit merah dari berbagai sentra produksi telah mulai berdatangan dalam empat hari terakhir.

“Sesuai instruksi Menteri Pertanian dan arahan Dirjen Hortikultura, kami terus mengawal produksi hingga pendistribusian cabai rawit merah. Kami memastikan harga di tingkat konsumen tidak melebihi Rp65.000 per kilogram.

Intervensi pemerintah di PIKJ diketahui berhasil menurunkan harga CRM yang sempat melambung di angka Rp 90 ribu. Hari ini terpantau harga melandai di Rp. 64 ribu dan diperkirakan menyentuh HAP sebesar Rp 57 ribu.

“Bersama Bapanas dan Satgas Pangan Bareskrim Polri, kami akan terus memantau perkembangan harga di pasar,” ujar Agung.

Sebagai informasi, pengiriman cabai rawit merah ke Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) pada Selasa, 24 Februari 2026, berasal dari sejumlah sentra produksi utama. Dari Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Kabupaten Magelang, dikirimkan sebanyak 2.555 kilogram atau sekitar 2,5 ton cabai rawit merah varietas Burga dengan harga di tingkat champion Rp50.000 per kilogram. Pengiriman tersebut dikoordinasikan oleh Champion Shofyan dengan PIC PIKJ Guntur.

Sementara itu, pasokan dari Provinsi Sulawesi Selatan berasal dari Kabupaten Enrekang sebanyak 2.100 kilogram atau sekitar 2,1 ton cabai rawit merah varietas ORI 212 dengan harga di tingkat champion Rp50.000 per kilogram. Pengiriman ini dikoordinasikan oleh Champion Benny dan diterima oleh PIC PIKJ Guntur.

Kementan memastikan langkah penguatan distribusi dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, terutama menjelang akhir pekan dan hari besar keagamaan, guna menjaga keseimbangan pasokan dan harga di pasar. Pemerintah optimistis stabilitas harga cabai rawit merah dapat segera terwujud dan daya beli masyarakat tetap terjaga selama Ramadan.

Read Previous

Stabilkan Harga, Kementan Kembali Guyur 1,7 Ton Cabai Rawit Merah ke Pasar Induk Kramat Jati

Read Next

Waarom Gokkers Kiezen voor Buitenlandse Online Casino’s

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *