• May 5, 2026

Jatim Panen Beruntun, Stok Bawang Merah Nasional Dipastikan Stabil

Jakarta (4/5/2026) – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura memastikan ketersediaan dan pasokan bawang merah nasional tetap terkendali. Hal ini didukung oleh panen beruntun di sejumlah sentra produksi di Jawa Timur, mulai dari Sampang (Madura), Bojonegoro, Nganjuk, hingga wilayah Tapal Kuda. Jawa Timur diketahui merupakan salah satu sentra utama produksi bawang merah di Indonesia.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro, produksi bawang merah saat ini didominasi oleh Kecamatan Gondang dan Kedungadem. Luas tanam di Kecamatan Gondang pada April tercatat 140 hektare dan meningkat menjadi 210 hektare pada Mei. Sementara itu, di Kecamatan Kedungadem juga terjadi peningkatan luas tanam pada Mei. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi perbaikan pasokan bawang merah dalam beberapa pekan ke depan.

Di Kabupaten Nganjuk, petugas pendamping lapang, Nur, menyampaikan bahwa berdasarkan data BPS setempat, terjadi peningkatan luas panen dari 737 hektare pada April menjadi 1.500 hektare pada Mei.

“Produktivitas tertinggi di Kabupaten Nganjuk diperkirakan terjadi pada musim tanam Mei hingga Agustus,” ujarnya.

Sementara itu, Champion bawang merah Nganjuk, Akat, memastikan pasokan tetap terjaga hingga Hari Raya Iduladha mendatang.

“Jadi nantinya kamu bersama kelompok mitra terus berupaya menstabilkan pasokan melalui pengembangan sentra penyangga, termasuk memperluas area tanam ke wilayah sekitar seperti Bojonegoro, Madiun, dan Kediri,” papar Akat.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan panen di seluruh sentra produksi.

Berdasarkan Early Warning System Bawang Merah Nasional, estimasi produksi siap konsumsi pada April–Mei 2026 mencapai lebih dari 200 ribu ton.

“Panen di wilayah sentra luar Pantura telah berlangsung sejak April dan akan berlanjut secara berkesinambungan di wilayah lainnya. Dengan kondisi ini, kami optimistis pasokan meningkat dan harga bawang merah segera kembali stabil,” jelasnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura, M. Taufiq Ratule, menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta champion bawang merah dalam menjaga kelancaran pasokan, distribusi, dan stabilisasi harga.

“Berbagai langkah pengamanan produksi terus dilakukan, mulai dari pengawalan musim tanam, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), hingga fasilitasi distribusi antarwilayah. Panen yang berlangsung di berbagai sentra menunjukkan bahwa ketersediaan bawang merah nasional berada dalam kondisi aman dan terkendali,” pungkasnya.

Read Previous

Kementan Matangkan Implementasi HDDAP melalui Review Mission Bersama ADB dan IFAD

Read Next

1000spins: La Meta Premium per tutti gli Amanti di Slot Su Internet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *