• June 14, 2024

Geluti Agribisnis Sayuran, Antarkan Petani Muda Humbahas ini Jutawan Baru

Di tengah berbagai komentar dan sorotan terhadap program Food Estate di berbagai daerah, ada sisi menarik yang nyaris luput dari perhatian. Di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, program Food Estate ternyata membawa berkah bagi para petani dan pelaku usaha di sekitarnya, salah satunya dengan tumbuhnya bisnis penyediaan benih sayuran dalam greenhouse di sekitar kawasan Food Estate Humbang Hasundutan (Humbahas).

Petani sekaligus pemilik Rumah Pembibitan Roberkat di Pollung, Marnaik Lumban Gaol mengaku bersyukur dengan adanya kegiatan food estate di daerahnya.

“Terus terang, saya terinspirasi oleh adanya program food estate yang dicanangkan pemerintah di Pollung tahun 2020 lalu. Dari situ, saya menangkap peluang bisnis yang sangat menjanjikan, yaitu produksi benih sayuran dalam bentuk semaian atau seedling. Permintaan benih sayuran seperti cabai, tomat, kentang, jeruk dan kol lumayan tinggi. Dari tahun ke tahun makin meningkat,” kata Marnaik.

Marnaik mengatakan bisnis benih atau bibit dalam bentuk semaian terbilang sangat menguntungkan karena perputaran uangnya relatif cepat. Setiap harinya, dirinya mengaku mampu menjual sedikitnya 40 ribu benih semaian sayuran seperti cabai, kol dan kentang. Pemasaran benih semaian sayuran baginya tidak terlalu sulit.

“Para petani antre beli ke sini. Datang dari berbagai kecamatan di Humbang, bahkan ada yang dari luar kabupaten seperti Tapanuli Utara, Samosir, Tanah Karo sampai Riau,” ungkapnya.

Benih semaian yang diproduksinya antara lain cabai merah lokal, cabai merah hibrida, cabai rawit lokal, tomat, kubis, sawi putih, brokoli, bunga kol, terong, kentang stek jeruk hingga bawang merah.

“Dari bisnis ini, rata-rata ada 20 juta rupiah saya dapat bersih per bulannya. Terima kasih Kementerian Pertanian yang sudah memulai kegiatan food estate di daerah kami,” ucap Marnaik.

Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengaku senang dengan perkembangan hortikultura terutama komoditas sayuran di Kabupaten Humbang Hasundutan. Prihasto bersyukur, kegiatan yang diinisiasi Kementerian Pertanian ini bisa memberikan manfaat positif bagi masyarakat luas baik secara langsung maupun tidak langsung.

“Contoh riil yang bisa dilihat. Makin banyak para petani muda yang tumbuh dan sukses dengan menggeluti agribisnis hortikultura, salah satunya produksi benih semaian sayuran di lokasi sekitar food estate Humbahas. Meskipun masih menggunakan teknologi yang relatif sederhana, namun ternyata mampu menghasilkan benih-benih berkualitas yang diminati pasar, dan hebatnya, penghasilan mereka bisa diatas rata-rata petani umumnya,” ujar Prihasto.

Menurut Prihasto, Ditjen Hortikultura telah menghitung produksi komoditas strategis cabai serta bawang merah di Kabupaten Humbang Hasundutan dan saat ini tercatat surplus.

“Cabai besar surplus 4.046 ton dan bawang merah surplus 6.555 ton. Ini bukti kalau Humbahas tumbuh menjelma menjadi sentra utama produksi sayuran yang memasok pasar di Sumatera Utara dan sekitarnya,” tegasnya.

Prihasto berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan hortikultura di Humbahas melalui berbagai skema.

“Selain food estate yang kini masih terus bergeliat, setiap tahun kami juga punya program reguler pengembangan kawasan sayuran, buah, tanaman obat dan florikultura. Kolaborasi pusat dan daerah perlu terus dijaga dan ditingkatkan,” tutup Prihasto.

Read Previous

BPS Sebut NTP Juli Naik Tinggi, Meningkat Signifikan Sejak 2021

Read Next

Mentan SYL ke Pemprov Lampung: Segera Percepat Tanam Antisipasi Dampak El Nino

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *