• May 8, 2026

Kick Off Pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran Ditjen Hortikultura Dorong Kompetensi dan Urban Farming Berkelanjutan

Jakarta – Direktorat Jenderal Hortikultura menyelenggarakan Kick Off Pelatihan Budidaya Tanaman Sayuran, Kamis (30/4/2026) bertempat di ruang rapat Ditjen Hortikultura. Kegiatan ini akan berlangsung secara rutin setiap dua minggu sekali periode Mei – Juli 2026 diikuti perwakilan pegawai lingkup Direktorat Jenderal Hortikultura

Rangkaian kegiatan dimulai dari peresmian Kick Off Green Corner Program dan pemberian cinderamata, penyampaian materi budidaya urban farming, sesi tanya jawab, praktik penanaman cabai rawit dan pindah tanam pakcoy ditutup sesi foto bersama.

Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Hotman Fajar Simanjuntak, menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari diskusi internal untuk mengisi kegiatan di sela-sela aktifitas kantor. Ia menekankan pentingnya praktik langsung budidaya, mengingat selama ini sebagian pengetahuan masih terbatas pada teori atau visual.

“Kegiatan ini memanfaatkan sarana yang telah tersedia, seperti instalasi hidroponik yang belum optimal digunakan. Selain memberikan pengalaman praktik, peserta dapat mengaplikasikannya di rumah maupun lingkungan sekitar,” ujar Hotman saat memberikan sambutan.

Dia menjelaskan, kegiatan ini juga dapat mendukung program pekarangan pangan bergizi serta meningkatkan kompetensi teknis pegawai secara langsung. Peserta dapat menggali lebih dalam praktik budidaya hortikultura, tidak hanya teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara nyata.
Sementara itu, Senior General Manager East West Seed Indonesia, Faisal Reza, menyampaikan apresiasi atas kerja sama dengan Ditjen Hortikultura. Ia menilai kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya melalui penguatan kemandirian pangan di perkotaan.

‘Berdasarkan data sensus pertanian 2025, produksi hortikultura di wilayah Jakarta masih jauh di bawah kebutuhan, dengan kontribusi urban farming yang baru mencapai sekitar 7–8 persen. Artinya, lebih dari 90 persen kebutuhan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah,” jelasnya.

Melalui program “Lestari Kota”, pihaknya berkomitmen memberikan pendampingan kepada peserta, termasuk penyediaan benih berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan hama dan penyakit tanaman. Ia juga menekankan pentingnya inovasi dalam budidaya, terutama untuk mengatasi keterbatasan lahan di perkotaan.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum awal dalam membangun gerakan budidaya hortikultura yang berkelanjutan, praktis, dan aplikatif, serta mampu meningkatkan kemandirian pangan masyarakat melalui pemanfaatan lahan secara optimal.

Read Previous

Di Hadapan Jajaran TNI, Mentan Amran Sebut Ketahanan Pangan Tercapai Berkat Sinergi dan Disiplin Prajurit

Read Next

8 Casino – Ihr vertrauenswürdiger Partner für erstklassiges Online-Glücksspiel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *