• April 1, 2026

Penguatan Hilirisasi dan Peningkatan Nilai Tambah melalui HDDAP di Kabupaten Pakpak Bharat

Kabupaten Pakpak Bharat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, khususnya di wilayah lahan kering, melalui program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP). Program ini diarahkan untuk memperluas akses petani terhadap sarana produksi berkualitas, mendorong modernisasi sistem budidaya, serta memperbaiki praktik penanganan pascapanen.

Sebagai salah satu dari 13 kabupaten terpilih secara nasional, Pakpak Bharat dinilai memiliki potensi unggulan pada komoditas kentang dan bawang merah. Potensi ini menjadi dasar penguatan intervensi program guna meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing hasil pertanian daerah.
Wakil Bupati Pakpak Bharat, Mutsyuhito Solin, menyampaikan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan HDDAP.
“Bersama kita bangun Pakpak Bharat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan petani secara menyeluruh, termasuk koordinasi penyediaan sarana dan prasarana pertanian. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pengawasan dari seluruh pemangku kepentingan agar program berjalan optimal dan tepat sasaran.

Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura yang juga menjabat sebagai Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menegaskan bahwa pelaksanaan program akan dioptimalkan dan dipercepat di berbagai daerah sasaran, termasuk Pakpak Bharat. Ia menitip agar bersama-sama merasa memiliki pelaksanaan proyek HDDAP dan menkomunikasikan kepada para petani agar adaptive terhadap hal hal baru melalui proyek ini, selanjutnya juga dijelaskan bahwa dukungan kementerian diberikan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Mulai dari penyediaan sarana pengelolaan air dan irigasi, perlindungan tanaman, pembangunan bangsal dan fasilitas pendukung, hingga bantuan alat dan mesin pertanian serta peralatan pascapanen,” jelasnya.

Dalam rangka memperkuat implementasi program, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Agung Sunusi, melakukan koordinasi intensif dengan dinas terkait dan berbagai pihak guna mengidentifikasi serta mengatasi kendala di lapangan. Ia menegaskan bahwa seluruh permasalahan dapat diselesaikan secara bersama-sama.
“Kami siap menyelesaikan berbagai kendala secara kolaboratif. Silakan disampaikan secara terbuka agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pelaporan secara berkala guna memastikan program berjalan sesuai rencana.

Sebagai tindak lanjut dari koordinasi tersebut, kegiatan turut diisi dengan sesi diskusi yang membahas implementasi HDDAP di daerah. Dalam forum ini, para peserta yang terdiri dari perwakilan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani serta berbagai pihak terkait menyampaikan berbagai masukan dan tantangan yang dihadapi di lapangan.
Melalui forum ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi dan langkah antar pemangku kepentingan, sehingga setiap kendala yang muncul dapat segera diatasi dan pelaksanaan program HDDAP dapat berjalan lebih optimal serta memberikan manfaat nyata bagi petani.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, tim juga melaksanakan kunjungan lapangan ke beberapa lokasi pengembangan komoditas hortikultura di Kabupaten Pakpak Bharat. Kunjungan ini dilakukan untuk memantau langsung kondisi lahan dan kesiapan petani dalam mendukung pelaksanaan program HDDAP. Dari hasil pemantauan, diketahui bahwa kondisi lahan di lokasi tersebut tergolong baik dan sangat potensial, sehingga dinilai siap untuk mendukung implementasi program HDDAP secara optimal.

Read Previous

Winny Casino: Je Bestemming voor Eersteklas Online Gaming

Read Next

20Bet Casino – Wyczerpujący Przewodnik po Serwisie Gry Internetowej

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *