Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) menanggapi ramainya diskusi warganet terkait data bantuan logistik untuk wilayah terdampak bencana di Sumatera. Kementan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang turut mengawasi proses penyaluran bantuan.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, mengatakan bahwa partisipasi publik merupakan salah satu bentuk kepedulian yang sangat membantu pemerintah menjaga transparansi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warganet yang ikut mengawasi. Masukan publik sangat berarti untuk memastikan setiap bantuan tersalurkan dengan benar, cepat, dan tepat,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Arief menjelaskan bahwa Kementan menerima bantuan dan donasi sesuai yang tertera pada foto tabel yang beredar. Khusus data bantuan beras, terdapat kurang sempurnanya penulisan informasi satuan, yakni semestinya per paket 5 kg, bukan hanya seperti tertulis kilogram (kg).
“Jadi kami berterima kasih ada warganet yang begitu jeli memperhatikan data bantuan. Kami berkomitmen untuk terus memberikan update bantuan secara terbuka pada masyarakat. Koreksi ini sudah kami tetapkan sebagai data resmi,” jelas Arief.
Selain itu, Ia menambahkan bahwa bantuan yang diterima Kementan bukan dalam bentuk dana, melainkan langsung berupa barang sesuai daftar yang tercantum pada tabel bantuan. Total volume beras yang dimaksud pada data awal adalah 21.874 paket, masing-masing berisi paket volume 5 kilogram.
“Jumlah bantuan yang ditangani sangat besar sehingga membutuhkan ketelitian ekstra. Untuk itu, Kementan memperkuat peran Inspektorat Jenderal dalam pengawasan agar seluruh proses pengelolaan bantuan dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diaudit,” tegasnya.
Arief juga menyampaikan bahwa hingga saat ini Kementan masih terus menerima bantuan dari berbagai pihak untuk segera disalurkan ke wilayah terdampak.
Kementan menegaskan komitmen menjaga akurasi data, keterbukaan informasi, dan memastikan seluruh bantuan tersampaikan dengan tepat ke masyarakat yang membutuhkan.
“Kami terbuka terhadap kritik dan koreksi. Yang terpenting adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada saudara-saudara kita di lapangan,” tutup Arief.