Jakarta (7/5/2026) – Kementerian Pertanian terus mempercepat pelaksanaan Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya strategis dalam mendorong produktivitas dan daya saing hortikultura di lahan kering. Program ini dirancang secara terintegrasi dari hulu hingga hilir, mencakup pembangunan infrastruktur, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta peningkatan akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha hortikultura.
Pada aspek infrastruktur, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) memegang peran penting dalam pembangunan sistem irigasi hortikultura. Hingga tahun 2026, ditargetkan pembangunan 240 unit irigasi yang mencakup layanan sekitar 1.200 hektare lahan melalui skema perpompaan, perpipaan, embung, dam parit, dan long storage. Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada dokumen Horticulture Cluster Development Plan (HCDP), dengan pendekatan Community Participation Procurement (CPP) yang mendorong keterlibatan aktif kelompok tani dalam proses pembangunan.
Sejalan dengan itu, Direktorat Pembiayaan Pertanian (Ditjen PSP) memperkuat keberlanjutan usaha melalui program Financial Literacy Education (FLE). Dengan dukungan anggaran sekitar Rp2,47 miliar, kegiatan ini menargetkan peningkatan kapasitas 1.962 petani melalui 165 paket pelatihan. FLE difokuskan pada peningkatan literasi keuangan, akses pembiayaan formal, serta penguatan hubungan antara petani dan lembaga keuangan, didukung oleh fasilitator yang telah dilatih melalui program Training of Trainers.
Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Hotman Fajar Simanjuntak, menegaskan bahwa HDDAP menjadi salah satu pengungkit utama dalam percepatan realisasi anggaran sektor hortikultura. Ia mendorong seluruh unit pelaksana untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelaksanaan, serta memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan efektif dan terukur.
“Kita perlu langkah strategis bersama, memperkuat sinergi antara Ditjen Hortikultura, PSP, dan LIP, serta memastikan monitoring dan evaluasi berjalan optimal,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura, Freddy Lumban Gaol, menekankan pentingnya percepatan implementasi di lapangan melalui penguatan tim dan dukungan tenaga ahli, khususnya dalam aspek kebijakan lintas sektor.
“Kita melakukan akselerasi kerja sama dengan mitra pembangunan seperti ADB dan IFAD, serta mengupayakan dukungan pembiayaan untuk kebutuhan sarana produksi seperti benih dan pupuk,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pembangunan infrastruktur dan penguatan literasi keuangan, lanjut Freddy, HDDAP diharapkan mampu menciptakan ekosistem hortikultura yang tangguh dan berkelanjutan.
“Pemerintah optimistis, melalui langkah percepatan dan koordinasi lintas sektor, program ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di wilayah lahan kering,” pungkasnya.