• June 21, 2024

Turun Ke Subang,Kementan Bantu Mensolusi Petani

Kementerian Pertanian terus melakukan pendampingan ke petani dalam rangka peningkatan produksi padi dan jagung.

Sesuai dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, pemerintah terus berupaya memaksimalkan produksi pangan di Indonesia, khsusunya padi. Pemerintah menargetkan agar Indonesia mampu memenuhi beras sendiri.

“Kita menargetkan untuk memenuhi kebutuhan pangan sendiri dari para petani, bahkan ke depan kita targetkan memasok global.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi turun ke lapangan untuk membantu para kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Subang mencari solusi Sabtu, 17/2/24.

Suwandi dan jajaran Kementan melakukan kunjungan kerja di dua wilayah, yakni Desa Jati dan Desa Kosambi Kecamatan Cipunegara, Kabupaten Subang.

Di Desa Jati, Suwandi bertemu dengan Mitra Tani 1, Gapoktan Jati Jaya. Mereka melakukan tanam padi varietas inpari 32, 37, 48 dan inpari 49 dengan hasil panen 6 ton per hektare.

Dengan harga gabah GKG Rp9000 dan GKB Rp7000, biaya produksi sekitar Rp12 juta per hektare, serta pompa air dari sungai

Sementara, untuk olah tanah membutuhkan sewa traktor Rp1,2 juta per hektare, combine panen Rp2 juta, tandur Rp1,2 juta, pupuk membutuhkan 6 kwintal per hektare dengan nilai Rp2 juta, dan obat semprot Rp1juta.

Dari rincian biaya cukup besar tersebut, ungkap Suwandi, para petani mengeluh kebdala biaya dan air. Mereka mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bagi lahannya.

“Sudah lima tahun kami selalu terkendala air. Kita akan tindak lanjuti dengan membuat sumur dengan pantek. Kemudian Rp20 juta untuk kebutuhan sumur submersible melayani untuk 2-3 hektare, perlu sumur dan pompa pompa di Subang memiliki lahan kering tadah hujan sangat luas. Kita sudah hitung semuanya. Mudah-mudahan segera teratasi,” papar Suwandi.

Sementara, untuk di Desa Kosambi, Suwandi bertemu Kelompok Tani Karya Tani. Di Februari ini, mereka menargetkan tanaman padi pada lahan 54 hektare.

“Target semula 34 hektare ditingkatkan menjadi 54 hektare per tahun dengan produksi rata-rata 6-7 ton dari biaya produksi Rp12 juta dan harga gabah Rp7.000 per kilo varietas inpari 32, 42 ciherang. Sedangkan untuk beras ketan ini di Subang menjadi sentra nasional luas tanam 26 ribu hektare sampai 30 ribu hektare per tahun,” kata Suwandi.

Sejumlah keluhan juga dibahas dan disolusi untuk memastikan target-target tersebut bisa terealisasi agar terpenuhi kebutuhan pangan daerah.

“Kita pastikan apa yang dikeluhkan para petani di Subang ini, kita akan tindaklanjuti untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal dan nasional,” jelas Suwandi.

Read Previous

Elektrifikasi Pertanian di Bantul Fokus Pada Tanaman Hortikultura

Read Next

Kementan Terus Kawal Pertanaman Padi, Turun Langsung Temui Petani Di Indramayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *